Apa yang dimaksud dengan domain? Penjelasan Lengkap Apa Itu domain

Apa itu Domain?

Mungkin Anda terbesit pertanyaan, Apa yang dimaksud dengan domain? Domain adalah sebuah nama yang dimiliki sebuah website, nama ini unik karena tidak bisa diduplikat oleh website lain. Karena domain adalah identitas yang mengarahkan ke IP server...

✔️ Nama Niagahoster
⚜️ Web Resmi https://niagahoster.co.id
💵 Harga Mulai Rp.19.800,00
📉 Garansi 30 hari
🔖 UpTime 99,9
💡 Support 24/7
📚 Pembayaran Bank Lokal Indonesia, GoPay, Indomaret, Kartu Kredit, Paypal
🔍 Diskon 75%
♥️ Kode Promo a-SUPERBOT

Apa yang dimaksud dengan domain? Penjelasan Lengkap Apa Itu domain

Saat ini banyak bisnis offline mulai merambah ke bisnis online, salah satu faktor yang membuat bisnis sukses di era modern ini ialah website yang bisa dilihat calon pelanggan. Nah, ujung tombak suksesnya suatu website itu dilihat dari nama domainnya.

Apakah domain yang digunakan sesuai dengan bisnis tersebut atau tidak? Untuk menjawab itu, perlu kita lakukan riset terlebih dahulu. Contoh kasus mudahnya ketika Anda ingin menjual cairan pembersih keramik, maka kata kunci apa yang bisa digunakan di website tersebut.

Idealnya dalam memilih nama domain, biasanya dengan ketentuan berikut ini:

  • Sesuai kata kunci
  • Sesuai nama brand

Jika Anda sudah menentukan nama apa yang akan digunakan, maka bisa langsung mengecek apakah nama domain tersebut sudah digunakan orang lain atau belum. Oh ternyata nama domain Anda masih tersedia alias belum digunakan orang lain, maka bisa langsung mendaftarkannya di penyedia domain indonesia (silahkan baca selengkapnya).

Apa yang dimaksud dengan domain?

Dari tadi kita membahas tentang domain (domain name / nama domain), namun sebenarnya apa itu domain?

Domain adalah sebuah nama unik yang digunakan sebagai pengenal suatu website untuk mengarahkan ke sebuah web server (hosting), contoh nama domain antara lain:

  • google.com
  • detik.com
  • slawiayu.com
  • beritateknologi.id
  • dan lain sebagainya

Dalam penulisan domain biasanya kita menambahkan www didepan nama domain, ini hanya untuk menegaskan bahwa itu adalan nama domain (contoh: www.google.com) yang padahal jika tanpa ditambahkan www didepan juga tidak menjadi masalah.

Alur Kerja Website

Mungkin sedikit dari Anda yang mengerti bagaimana alur kerja website itu seperti apa, karena mungkin biasasnya hanya membuka website saja tanpa pernah melakukan konfigurasi domain, hosting (server), dll.

Bagaimana alur kerja website? Pertama, kita menuliskan alamat domain di web browser (misalnya: vpscentos.com). Kedua, dibalik layar akan ada penerjemah yang akan membaca DNS (Domain Name Server) mengarah ke alamat IP server yang mana. Ketiga, setelah diketahui alamat servernya maka kita akan diarahkan ke web hosting website tersebut. Keempat, hosting akan memproses kemudian menampilkan design kepada kita melalui platform website yang digunakan.

Alur lebih mudahnya bisa dilihat dibawah ini.

  • Visitor (pengunjung)
  • Domain
  • DNS
  • IP Server (web hosting)
  • Platform Website
  • Website Tampil

Ketika dilihat pada alur website diatas, maka bisa diketahui bahwa dibalik layar terdapat proses yang cukup panjang. Kita hanya tau duduk manis mengetikkan alamat di browser dan muncul tampilan, tanpa mengetahui seperti apa prosesnya.

Domain adalah nama unik yang dimiliki oleh suatu website, jika nama domain sudah digunakan oleh orang lain maka kita tidak bisa menggunakan nama yang sama. Alternatifnya memilih domain extension yang lain, itu pun jika belum digunakan lagi oleh yang lain.

Domain Extension

Mungkin Anda sering bingung kenapa ada google.com ada google.co.id ada google.co.in dan lain sebagainya. Sebenarnya mana yang asli?

Perlu Anda ketahui bahwa domain extension (ekstensi domain) merupakan akhiran domain dibelakang titik, yang paling umum yaitu dot com atau dot net.

Secara teknis ekstensi domain tersebut disebut dengan TLD atau top level domain, yaitu akhiran dibelakang titik yang dibagi kategori diantaranya:

  1. infrastructure top-level domain (ARPA)
  2. generic top-level domains (gTLD)
  3. restricted generic top-level domains (grTLD)
  4. sponsored top-level domains (sTLD)
  5. country code top-level domains (ccTLD)
  6. test top-level domains (tTLD)

Kita tidak akan membahas semuanya, ini dikarenakan akan panjang lebar tidak selesai dalam waktu singkat. Untuk itulah akan kita fokuskan kepada gTLD dan ccTLD.

Contoh gTLD (generic top level domain) diantaranya :

  • .com
  • .org
  • .net
  • .int
  • .edu
  • .gov
  • .mil

Namun gTLD yang dijual secara bebas hanya .COM .ORG .NET saja, selebihnya bisa dibilang untuk private.

Contoh ccTLD (country code top level domain) diantaranya :

  • .ae (negara Uni Emirat Arab)
  • .in (negara India)
  • .ai (negara Anguilla, bisa juga diidentikkan dengan Artificial Intelligence)
  • .au (negara Australia)
  • .br (negara Brazil)
  • .ca (negara Canada)
  • .co (negara Colombia)
  • .me (negara Montenegro)
  • .my (negara Malaysia)
  • .id (negara Indonesia)
  • .sa (negara Saudi Arabia)
  • dan masih banyak lainnya

Sampai disini kita dapat mengerti jika ternyata Top Level Domain itu sangat banyak sekali jenisnya, Anda dapat mencoba-coba membuat nama domain sesuai dengan nama brand ataupun keyword.

Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan.